Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani dalam khutbah Jumat kedua di Tehran, ibukota Iran, Jumat (27/11) mengatakan, "Amerika Serikat dengan dukungan Zionis [internasional] berusaha menanamkan pengaruhnya di sektor ekonomi, budaya, politik dan keamanan di Republik Islam Iran."
Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh rakyat dan pejabat Iran dalam menghadapi infiltrasi musuh.Menurut Ayatullah Movahedi Kermani, sejumlah delegasi Barat berusaha menanamkan pengaruhnya di Iran dengan dalih ekonomi."Melalui jalan ini, mereka ingin merongrong keamanan dan pertahanan Iran demi menghentikan kemajuan pertahanan negara ini," paparnya.
Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menyinggung Konferensi Tingkat Tinggi Forum Negara-negara Pengekspor Gas (GECF) di Iran baru-baru ini."Pertemuan para pemimpin negara-negara peserta konferensi ini dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam dan pengenalan mereka dengan pandangan Republik Islam terutama mengenai isu-isu regional dan internasional merupakan prestasi penting KTT GECF," ujarnya.
Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Movahedi Kermani menyinggung berbagai kejahatan AS, Arab Saudi dan rezim Zionis Israel di kawasan. Ia mengatakan, tujuan Iran adalah menyelesaikan krisis regional melalu jalur politik dan menghindari kekerasan. Terkait masalah Suriah, Ayatullah Movahedi Kermani menuturkan, situasi di negara ini membaik setelah kekalahan bertahap para teroris.
Lebih dari satu juta pengungsi Suriah, lanjutnya, telah kembali ke negara mereka pasca serangan militer Rusia terhadap posisi-posisi terorisi di Suriah.Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menyinggung ketegangan antara Rusia dan Turki menyusul penembakan Sukhoi-24 oleh F-16 Turki di wilayah Suriah. Ia meminta para pejabat kedua negara itu untuk menahan diri.
Di bagian akhir khutbahnya, Ayatullah Movahedi Kermani menyinggung jutaan peziarah yang bergerak menuju Karbala, Irak untuk menghadiri acara Arbain Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw.Menurutnya, jutaan pecinta Imam Husein as yang bergerak menuju Karbala meski terdapat banyak persoalan dan terancam bahaya, menunjukkan kecintaan mereka kepada Ahlul Bait Rasulullah Saw. (IRIB)